Senin, 12 April 2010
Info Pendaftaran Online SMUP UNPAD 2010
Calon peserta yang akan mengisi Biodata online harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Simpan dengan baik Nomor Jurnal dan PIN yang Anda miliki, karena Nomor Jurnal dan PIN tersebut akan dipergunakan untuk seluruh proses seleksi SMUP (Pengisian Biodata Online, Pencetakan Kartu Peserta Ujian, dan registrasi mahasiswa baru apabila Anda diterima).
Mohon diperhatikan pada saat pemesanan PIN di Bank, Anda jelaskan jenjang ( S1 / D3 / D4 / S1 110 sks / S2 / S3 / profesi / Spesialis ) yang anda pilih pada Teller Bank. Periksa kembali jenjang yang Anda pilih pada bukti pembayaran dari Bank tersebut. Kesalahan dalam pembelian PIN ( tertukar jenjang ) menjadi tanggung jawab calon peserta.
Nomor Jurnal dan PIN tersebut bersifat sangat rahasia dan tidak boleh diperlihatkan pada orang lain. Konsekuensi kelalaian menjaga kerahasiaan informasi & kehilangan Nomor Jurnal dan PIN tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon peserta.
2. Pengisian Biodata hanya diperuntukkan bagi calon peserta yang sudah membeli PIN Pendaftaran
1. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Diploma 3 (D3) dapat di download di sini
2. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Diploma 4 (D4) dapat di download di sini
3. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Sarjana (S1) dapat di download di sini
4. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Sarjana S1 110 SKS dapat di download di sini
5. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Pascasarjana – Magister S2 dapat di download di sini
6. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Pascasarjana – Doktor S3 dapat di download di sini
7. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang Profesi Akuntansi (PPAk) dapat di download di sini
8. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang PPDS dapat di download di sini
9. Panduan Pengisian Pendaftaran Online Jenjang PPDGS dapat di download di sini
3. Untuk mempercepat proses pengisian Biodata online sebaiknya calon peserta sudah mempersiapkan :
1. Data pribadi lengkap
2. Data asal pendidikan (Ijasah, Nilai UAN/Transkrip)
3. Data pribadi orangtua/wali (alamat, penghasilan – khusus untuk S1 dan D3)
4. Pilihan program studi dan kemampuan besaran biaya Dana Pengembangan Pendidikan
5. Men-scan pas foto berwarna 3×4 dengan ukuran maksimal 100 kbyte dan format JPG. Pas foto harus menggunakan pakaian dan pose formal untuk kebutuhan akademik.
Tata cara mengubah ukuran foto dapat di download disini
4. Pengisian Biodata hanya diijinkan SATU KALI saja, dan tidak diberikan fasilitas untuk
melakukan perubahan/perbaikan (EDIT) isian Biodata terhadap data yang sudah diisikan secara online.
Apabila ada perubahan terhadap data yang sudah diisikan maka calon/orang tua calon harus mengajukan surat permohonan perubahan secara manual dan dapat dikirimkan ke Sekretariat SMUP melalui Kotak Pos SMUP, PO BOX 6776 BDCP, Bandung 40141.
Contoh Surat Permohonan perubahan Biodata dapat di download di sini.
5. Setelah pengisian biodata online, calon peserta diharuskan untuk :
1. Mencetak Biodata dan Pernyataan menggunakan kertas ukuran A4
2. Paling lambat 7 hari setelah pengisian biodata online, calon peserta diwajibkan
mengirimkan berkas fisik ke Kotak Pos SMUP, PO BOX 6776 BDCP, Bandung 40141. (Kecuali : PPDS)
3. Untuk jenjang S1 / D3 / D4 / S1 110 sks, disarankan dalam mengirim berkas biodata menggunakan Amplop standar ukuran 11 x 23 cm
6. Pengisian biodata online dan download KARTU PESERTA dapat klik link di sini :
http://pendaftaran.unpad.ac.id
Sebelum men-download Kartu Peserta,pastikan Anda telah meng-instal Adobe Reader
Klik disini untuk men-download Adobe Reader
7. Informasi lebih lanjut :
Sekertariat SMUP
Kampus Universitas Padjadjaran
Jl. Dipati Ukur No.35 Bandung
Telp. 022-2533737 (Hunting)
http://www.smup.unpad.ac.id.
Email : smup@unpad.ac.id
Yahoo Messenger : smupunpad@yahoo.com
Prosedur Pendaftaran Online jenjang S1
Prosedur Pendaftaran Online jenjang Lain
Prosedur Pendaftaran S1 Prosedur Pendaftaran Jenjang lain
Klik Gambar untuk memperbesar Klik Gambar untuk memperbesar
untuk lebih lengkapnya klik http://smup.unpad.ac.id/?p=119..
Pertanyaan untuk Tuan Presiden
Pertanyaan saya untuk Tuan Presiden, apakah Anda bisa tidur di malam hari? Memikirkan semua yang terjadi.
Itu hanya golongan III, Tuan Presiden. Saya tidak ingin berburuk sangka, karena memang sejak kecil kami diajari untuk berbaik sangka. Tapi, untuk kali ini saya terpaksa bertanya, apakah Anda bisa tidur Tuan Presiden, memikirkan golongan-golongan lain yang lebih tinggi dari golongan III. Apakah mereka lebih kaya dari Gayus Tambunan? Ataukah mereka lebih jujur dari Gayus Tambunan?
Sekali lagi, Tuan Presiden. Apakah Anda bisa tidur memikirkan siapa-siapa orang-orang yang mengeliling Anda, bekerja bersama Anda, dan membantu Anda? Kalau Anda bisa tidur, syukurlah. Karena seharusnya Anda tidak bisa tidur dengan itu semua!
Saya punya kisah untuk Anda, Tuan Presiden yang mulia. Dulu sekali, dalam sejarah ada seorang raja bernama Umar bin Abdul Aziz. Ini bukan hanya sekadar kisah, tapi ini contoh dan peristiwa yang pernah terjadi sesungguhnya. Dia, Umar bin Abdul Aziz, memerintah hanya sebentar saja. Pada saat diangkat sumpah, dia berjanji, ”Demi Allah aku akan menegakkan keadilan di bumi ini meski usia jabatanku hanya tiga hari saja.”
Dan betul, dia tidak lama, meski juga tidak tiga hari. Kurang lebih ia berkuasa hampir tiga tahun. Tapi yang pasti, dia sungguh-sungguh menegakkan keadilan. Saya ingin mengingatkan, Tuan Presiden, kini Anda sudah berkuasa untuk penggal lima tahun yang kedua.
Masa kepemimpinan yang diwarisinya, bukan situasi nyaman dan penuh suka cita. Dia mewarisi suasana yang tak kalah chaotic dengan situasi yang Anda alami saat ini, Tuan Presiden. Tapi dia bersungguh-sungguh dengan sumpah dan janji yang diucapkannya, ”Aku akan menegakkan keadilan di muka bumi, meski usia jabatanku hanya tiga hari.”
Dia meminta istrinya untuk menyerahkan seluruh harta pribadi yang dimiliki. Dia mematikan lampu pada saat berbincang dengan sanak keluarga, karena minyak yang dipakai milik negara. Dia memikul sendiri bantuan-bantuan yang diberikan, untuk teladan sempurna. Itu kisah yang sudah biasa kita dengar tentang Presiden Umar bin Abdul Aziz.
Yang tidak sering kita dengar, Tuan Presiden, Umar bin Abdul Aziz menebus janjinya sendiri dengan satu-satunya nyawa yang dia punya. Dia jarang tidur untuk memikirkan negara dan rakyatnya. Bahkan ketika dia sedang penat berat, dan hendak terlelap. Pernah suatu ketika, seorang anaknya mengadukan urusan negara pada Umar bin Abdul Aziz. Lalu kata sang presiden, ia meminta anaknya menemuinya lagi setelah ia istirahat sebentar. Lalu sang anak menjawab, ”Siapa yang menjaminmu akan bangun dan hidup untuk menyelesaikan masalah ini?!”
Anda tahu Tuan Presiden? Umar bin Abdul Aziz begitu terpukul dengan kalimat ini. Dia merasa, lalai dan tak tahu diri. Siapa dia yang merasa yakin akan bangun dan masih bernyawa!
Daerah kekuasaannya membentang luas, dari seluruh jazirah Arabia, Syam ( Palestina, Yordania, Syria ), Persia ( Iran, Irak dan sekitarnya ), Afrika Utara, seluruh semenanjung Iberia ( Spanyol dan Portugal) bahkan hingga ke Sisilia (kepulauan di Laut Tengah,sekarang milik Italia).
Kekuasaan Anda juga sangat luas, Tuan Presiden. Seluruh pulau di
Umar bin Abdul Aziz, duduk sebagai Amirul Mukminin hanya dalam kurun waktu 2 tahun, 5 bulan, dan 5 hari. Ia menjadi pemimpin pada saat usianya 36 tahun. Usia puncak bagi seorang manusia. Sehat, bertenaga, kuat, bersemangat.
Dalam kurun waktu 2 tahun, 5 bulan, dan 5 hari itu, dia berhasil membuat perubahan besar dalam tata pemerintahan. Tidak ada lagi kemiskinan, Tuan Presiden. Tidak ada lagi orang yang layak menerima zakat. Bahkan harta zakat bertumpuk menggunung, malah perlu diiklankan untuk siapa saja yang mau menerima, semisal seorang pemuda yang tak mampu menikah akan dinikahkan oleh negara.
Pada masa pemerintahannya, sumur-sumur diperbaiki, lahan-lahan mati dihidupkan kembali, tanah sangat produktif, masjid-masjid juga disemarakkan oleh berbagai rencana dan rancangan kehidupan.
Saya juga yakin, Tuan Presiden, Anda melakukannya juga. Saya yakin, tentang jenisnya, tapi saya tidak yakin tentang ukuran dan intensitasnya. Karena itu, pertanyaan saya adalah, masih bisakah Anda tidur, Tuan Presiden?
Umar bin Abdul Aziz, meninggal dalam usia muda, Tuan Presiden. Di akhir usianya, dia sakit-sakitan. Badannya dulu yang muda dan gagah ketika naik tahta, menjadi kurus, kering dan hampir tak bertenaga. Dan itulah yang dia tebus dalam rangka menegakkan keadilan, mensejahterahkan rakyat, memakmurkan negeri dan memuliakan kemanusiaan.
Banyak orang yang lupa mengkajinya, Tuan Presiden. Bahwa Umar bin Abdul Aziz menderita kesakitan yang luar biasa hebat sebagai tebusan kemakmuran dan kemuliaan atas tanah dan manusia yang dipimpinnya. Dia telah memberikan seluruh nyawanya untuk memimpin negara. Dia memberikan seluruh raganya untuk memimpin negara. Dia memberikan seluruh tenaganya untuk memimpin negara. Dia memberikan seluruh kemampuannya untuk memimpin negara. Bahkan dia telah menukar waktunya untuk istirahat demi memimpin negara. Karena itu semua, namanya masih kita bicarakan ratusan tahun setelah dia dikuburkan. Terima kasih, Tuan Presiden, mudah-mudahan Anda membaca tulisan pendek ini sebagai tanda rindu pada pemimpin yang tidak dikelilingi Gayus-gayus dengan beribu wajah!
(sumber: http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1596:pertanyaan-untuk-tuan-presiden&catid=88:herry-nurdi&Itemid=288)
Jumat, 02 April 2010
TIDUR PAGI... HATI2 LOH !!
Sahabatku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu.
Beliau rahimahullah mengatakan,
“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan."
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
BAHAYA TIDUR PAGI
Pertama Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.
Kedua Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
Ketiga Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
Keempat Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
Kelima Menghambat datangnya rizki.
Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)
Keenam Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjauhi kebiasaan buruk seperti ini.
Smoga bermanfaat......
Semakin Nyatalah Kebenaran!
Pertengahan Februari lalu publik dikejutkan dengan isu pelecehan seksual yang dilakukan oleh tokoh pluralis yang sangat dipuja-puja sebelumnya, Anand Krishna. Tokoh penganut spiritualisme yang di Barat dikenal dengan istilah new age ini dilaporan oleh mantan-mantan muris, pasien, dan pengikutnya yang merasa ditipu. Mereka yang mulanya percaya bahwa Anand ini benar-benar seorang spiritulis sejati, nyatanya jauh panggang dari api.
Anand Krishna, oleh para pelopor puralisme agama dianggap sebagai salah seorang yang berhasil memadukan berbagai ajaran agama. Ia berhasil mengambil intisasi dan esensi setiap agama yang kemudian diformulasikan dalam bentuk ajaran spiritulitas new age seperti yang popular di Amerika. Boleh dikatakan Anand adalah wujud hidup seorang pluralis sejati.
Kediamannya di kawasan sunter Jakarta Utara, penuh dengan aksesori simbol spiritual berbagai agama. Di
Sejak 1994 lalu, dia telah menulis 38 judul buku. Bahkan mengklaim bukunya sudah terjual sampai 200 ribu eksamplar. Beberapa buku yang sempat menimbulkan polemik antara lain: 99 Nama Allah bagi Orang Modern; Membuka Pintu Hati: Surah Al-Fatihah bagi Orang Modern; Telaga Pencerahan di Tengah Gurun Kehidupan; Islam Esetoris: Kemuliaan dan Keindahan; dan Isa: Hidup dan ajaran sang Mahisa.
Di situs resminya www.anandkrishna.org, terbaca pujian-pujian atasnya dari tokoh-tokoh pluralis dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari
When we see all the conflicts around us, we cannot but appreciate Anand’s view.
Abdurrahman Wahid (Fourth President of the
He is so deeply concerned to present religion as one binding force, soothing and refreshing to human soul.
Nasaruddin Umar
(Vice Chancellor of a
My best regards to Anand Krishna the one who always gives spiritual inspiration to humanity for peace, tolerance, and understanding.
Prof. Ahmad Syafii Maarif, Ph.D.
(a prominent Indonesian intellectual, the founder of Maarif Institute)
Anand has no theological or historical burden to appreciate all great religions of the world. He comes from the source of all wisdom.
Komaruddin Hidayat
(Professor)
Memuji jiwa kepatriotisan dan nasionalisme yang ada di dalam diri Anand Krishna.
Letjen Purnawirawan Hendro Priyono
(Mantan Kepala BIN)
Semuanya memuji apa yang dilakukan Anand Krishna. Pujian-pujian itu menandakan bahwa ajaran pluralisme Anand Krishna inilah yang mereka anggap sebagai puncak dari pengalaman “pluralis sejati”. Boleh dikatakan, ajaran Anand Krishna ini merupakan best practices pluralisme. Pluralisme yang sejati akan berwujud seperti ajaran Anand Krishna itu.
Kalau mereka punya makar, Allah pun punya rencana yang lebih baik buat mereka. Setelah “tentara-tentara Allah” dengan susah payah dan segala upaya menjelaskan kepada umat kekeliruan dan kesesatan pandangan kaum pluralis ini, ruapnya masih banyak juga yang belum tersadarkan. Bahkan sebagian malah balik menuduh sebagai “ekstrimis”, “fundamentalis”, “radikal”, dan cap-cap negatif lainnya.
Rupanya Allah selalu menepati janjinya. Jika kalian menolong Allah, maka Allah pasti akan menolong kalian. Hanya dengan sedikit menggerakkan kekuasaannya, Allah tunjukkan kesesatan ajaran mereka; bukan oleh orang lain, melainkan oleh orang dalam sendiri. Murid-muridnya yang bahkan sudah lebih sepuluh tahun berinteraksi dengannya sendiri yang membeberkan kebejatan dan kesesatan ajarannya.
Ini baru satu. Insya Allah, Allah akan segera memperlihatkan kekuasaannya yang lain bagi kaum pluralis yang sudah berani menghina dan menantang Allah Swt. Kekuasaan Allah Swt. terlalu besar sekadar hanya dihinakan oleh ajaran Anand Krishna ini. Wallâhu A‘lam. (Tiar Anwar Bachtiar)
(sumber: www.persis.or.id)
Kamis, 01 April 2010
Puisi Terakhir Rendra
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu
Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga
Rabu, 31 Maret 2010
Sejarah Penamaan Bulan Dan Hari
ASAL-USUL PENAMAAN HARI DALAM BAHASA INGGRIS
- Sunday < Sun's day = Hari penyembahan dewa matahari.
- Monday < Moon's day = Hari penyembahan dewi bulan.
- Tuesday < Tiw's day = Hari penyembahan dewa tiw, atau tiwes, atau teves.
- Wednesday < Woden's day = Hari penyembahan dewa woden, atau wooden. woden = oden atau odin (dewa kayu/tumbuhan).
- Thursday < Thor's day = Hari penyembahan dewa thor.
- Friday < Friy's day = Hari penyembahan dewa friyy, atau frigg, atau frigid.
- Saturday < Saturn's day = Hari penyembahan dewa saturnus.
http://www.encyclopedia.co
http://en.wikipedia.org/wi
http://www.answers.com/top
http://www.paganspace.net/
ASAL-USUL PENAMAAN BULAN DALAM KALENDER MASEHI/GREGORIAN
- January < Janus (ianuarius) = dewa pintu gerbang.
- February < Februum = pensucian, pagan romawi kuno merayakan ritual februa di bulan ini.
- March < Mars, atau martius = dewa perang.
- April < Aphrilis, atau Aphrodite atau Aphros = venus.
atau: April < Apreire = buka, musim tanam-tanaman mulai berbunga.
- May < Maia Maiestas = putri tertua dan tercantik dari dewa atlas.
- June < Juno (romawi) = hera (yunani), putri dari saturnus, istri jupiter, ibu dari mars, minerva and vulcan.
- July < Julius Caesar = penguasa kekaisaran roma pertama (50 BC - 44 BC). Sebelumnya bulan ini dinamakan Quintilis = 5, atau bulan ke-lima.
- August < Agustus = penguasa kekaisaran roma ke-dua (42 BC – 14 AD). Sebelumnya bulan ini dinamakan Sextilis = 6, atau bulan ke-enam.
- September < Septem, = 7, atau bulan ke tujuh.
- October < Octo, atau octa = 8, atau bulan ke delapan.
- November < Novem, Novemus = 9, atau bulan ke sembilan.
- December < Decem, Decimus = 10, atau bulan ke sepuluh.
http://www.answers.com/top
http://www.encyclopedia.co
http://www.britannica.com/
http://www.infoplease.com/
Sebelum berdiri kerajaan Roma, kalender romawi kuno cuma punya 10 bulan (304 hari), dengan Maret (March/Mars) sebagai bulan pertama dan Desember (December/Deci) sebagai bulan terakhir. Musim dingin (januari-februari) adalah masa pasif, tidak diperhitungkan dalam kalender. Ini berlaku di masa awal berdirinya kerajaan Roma oleh raja Romulus. Raja Roma ke-dua adalah Numa Pompillus di tahun 717 BC. Numa Pompilius menambahkan 2 bulan awal di kalender romawi, yaitu bulan Januari dan Februari menjadi total 12 bulan.
Jauh berabad-abad sebelum ditemukan ilmu astronomi, paganisme yunani dan romawi mempercayai bahwa benda-benda langit adalah perwujudan para dewa-dewa mereka. Maka sebaliknya, mereka juga menganggap kehadiran dewa-dewa yang ada di bumi adalah perwujudan dari benda-benda langit. Contoh: planet mars = dewa mars > bagi mereka Mars yang benda langit dan Mars yang dewa perang adalah sosok yang sama.
--------------------------
ASAL-USUL PENAMAAN HARI DALAM BAHASA INDONESIA:
- Minggu < Domingo, Portugis = hari minggu/pekan (satuan waktu 7 hari)
- Senin < Itsnain ( إثنين ) Arab = Dua, atau hari ke-2
- Selasa < Tsalasa ( ثُّلَاثاء ) Arab = Tiga, atau hari ke-3
- Rabu < Arba'a ( أَرْبعاء ) Arab = Empat, atau hari ke-4
- Kamis < Khamis ( خَمِيس ) Arab = Lima, atau hari ke-5
- Jum'at < Jum'at ( جُمْعَة ) Arab = berjama'ah, atau hari berjama'ah di masjid
- Sabtu < Sabtu ( سَّبْت ) Arab = hari Sabat, hari ibadah umat Nabi, Yusuf, Ayyub, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakariya, Yahya, 'Isa... عليهم السلام. Para Nabi keturunan Bani Isra'il.
Di antara masa keruntuhan Majapahit dan Penjajahan negara-negara eropa, mayoritas bangsa kita memakai kata Ahad ( أحد ) arti: satu, untuk penamaan hari pertama. Nama hari Ahad masih digunakan dalam banyak tulisan (surat dan buku) sampai dengan awal-awal abad 19.
ASAL-USUL PENAMAAN BULAN DALAM KALENDER HIJRIAH:
- Muḥarram (محرّم) = Haram > haram berperang.
- Safar (صفر ) = Perjalanan > musim para kabilah berdagang keluar daerah.
- Rabi' al-awwal (ربيع الأول) = awal Musim Semi.
- Rabi' al-akhir (ربيع الآخر) = akhir Musim Semi.
- Jumada al-awal (جمادى الاول) = awal Musim Kering/mati (tumbuhan).
- Jumada al-akhir (جمادى الآخر) = akhir Musim kering/mati (tumbuhan).
- Rajab (رجب) = Menghormati > persiapan bekal (fisik & mental) menuju Ramadhan.
- Sya'ban (شعبان) = Berpencar > berpencar mencari mata air.
- Ramadhan (رمضان) = bulan diturunkan-NYA ayat-ayat al-Qur'an.
- Syawal (شوّال) = Membawa > musim hewan berkembang biak (betina membawa isi).
- Dzu al-Qa'idah (ذو القعدة) = pemilik sikap duduk/tidak berdiri > masa tenang, tidak berperang.
- Dzu al-Hijjah (ذو الحجة) = pemilik masa Hajj/Haji > musim Haji.
--------------------------
VALENTINE'S DAY
1. Yunani: Gamelion adalah "bulan pernikahan", dipersembahkan atas masa pernikahan zeus dan hera. Dalam kalender athena kuno, bulan Gamelion ini berjarak di antara pertengahan januari dan pertengahan februari kalender masehi/gregorian.
2. Roma: Lupercalia adalah sebuah festival/ritual romawi kuno (pagan). Di hari itu para pemuda laki-laki dan perempuan mengenakan kulit kambing ditubuhnya, lalu dicambuk berkali-kali, dengan kepercayaan setelah itu peranakan bisa subur. Di akhir ritual itu para pemuka agama (pagan) "menjodohkan pasangan-pasangan" laki-laki dan perempuan untuk dinikahkan. Pernikahan itu cuma berlaku satu tahun, yaitu sampai dengan perayaan Lupercalia di tahun berikutnya.
3. Februa adalah sebuah festival/ritual pensucian. Pensucian ini adalah dalam rangka menyambut tahun baru pada masa itu, yaitu bulan Maret.
http://www.ancienthistory.
http://ancienthistory.abou
http://en.wikipedia.org/wi
HALLOWEEN
Adalah evolusi kata dari "all hallows eve" (all hallows even) = Malamnya para orang/roh suci, adalah malam sebelum hari "all hallows day". Ini adalah kepercayaan bangsa Celtic kuno pagan merayakan festival arwah-arwah orang mati.
Mereka percaya di malam itu perbatasan antara dunia manusia dan dunia lain menipis, maka para roh-roh jahat bisa menembus masuk. Tujuan mereka bertopeng dan berkostum seram ala setan adalah dengan maksud menyamar sebagai roh jahat juga, adalah dalam rangka 'tricking' supaya dikira "sesama atau teman" dan tidak disakiti.
http://www.halloweenhistor
http://www.ancienthistory.
http://en.wikipedia.org/wi
--------------------------
Umat Islam punya 2 pilihan:
1. Menghidupkan satuan waktu dalam Islam, dengan cara menggunakan kalender Hijriah, tanpa mengakui kalender lain.
2. Update menggunakan kalender Islam, tapi juga tetap menggunakan kalender Masehi (Gregorian) sekedar untuk kemudahan bersosialisasi dalam urusan yang bersifat dunia (nafkah, sosial, menuntut ilmu, dll)
Kedua pilihan ini ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung bagaimana kebijakan sikap kita sendiri.
Yang paling mengenaskan adalah seorang Muslim yang meremehkan/malu akan kalendernya sendiri, apalagi ikut-ikutan merayakan hari-hari besar non-muslim yang asal-usulnya BERLAWANAN dengan aqidah Islam.
Apa yang didapat dari seorang muslim dengan TIDAK menggunakan kalender Hijriah?
Adalah dia tidak akan pernah tahu kapan tepatnya hari-hari besar agamanya sendiri, apalagi sejarah asal-usulnya. Kita bisa cari tahu sendiri dari bagaimana kita menjalani hidup, bahwa: seorang muslim yang gemar merayakan hari-hari besar non-muslim SUDAH PASTI tidak tahu sama sekali KAPAN hari-hari besar agamanya sendiri.
Ini bagian dari keseimbangan sunatullah: Kita menaikkan yang satu, yang satu lainnya pasti turun. Kita sendiri yang menentukan mana yang naik mana yang turun.
Kenapa kita ada dalam Islam? berstatus sebagai muslim?
Apa pengaruh Islam dalam hidup kita?
Apa pengaruh hidup kita bagi Islam?
3 pertanyaan ini berat, belum tentu kita bisa temukan jawabannya seumur hidup kita, kecuali kita "MEMOHON" dapat jawabannya.
Semua hari bersejarah dalam Islam "HANYA" ada di kalender Hijriah, tidak akan pernah ditemukan di kalender lain.
(sumber: http://www.facebook.com/notes/saif-indonesia/sejarah-penamaan-bulan-hari/379094934819)
Berbicara Dengan Bayi, Membuat Otak Lebih Cerdas
Para peneliti menemukan, bayi yang sering mendengar kata-kata mampu mengkategorikannya. Seperti hasil penelitian kepada 50 bayi berusia 3 bulan, di mana kepada mereka diperlihatkan sebuah gambar ikan dan diberitahu namanya. Setelah beberapa saat, kemudian kepada mereka diperlihatkan gambar ikan dan dinosaurus secara berdampingan. Hasilnya, bayi lebih lama melihat foto bergambar ikan daripada dinosaurus.
Dr.Susan Hespos, Profesor Psikologi mengatakan, “Kata-kata akan membantu bayi mengkategorikan sebuah obyek dengan lebih mudah. Bayi pun akan lebih cepat belajar berbicara,” jelasnya. (ME)
(sumber: artikel majalah ayahbunda)